Salam

Selamat datang di blog tercinta paud KB Bentara Salatiga. Menyajikan berbagai informasi tentang pendidikan anak usia dini kelompok bermain Bentara Salatiga. Terima kasih. Pengelola

Arsip

Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2011

GEMBALA KAMBING

Suatu hari, Opix berpapasan dengan seorang gembala kambingnya, Opix bertanya dengan takjub, "Pak, boleh nanya nih?"
Gembala : Boleh
Opix : Kambing-kambing Bapak sehat sekali, Bapak kasih makan apa?
Gembala : Yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?
Opix : Mmmm.... yang hitam dulu deh...
Gembala : Oh, kalau yang hitam, dia makannya rumput basah.
Opix : Ohh... kalo yang putih?
Gembala : Yang putih juga...
Opix : Hmmm... kambing-kambing ini, kuat jalan berapa kilo, Pak?
Gembala : Yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?
Opix : Mmmm.... yang hitam dulu deh...
Gembala : Oh, kalo yang hitam, 4 km sehari.
Opix : Kalo yang putih?
Gembala : Yang putih juga...
Opix mulai gondok...
 
Opix : Kambing ini, menghasilkan banyak bulu nggak Pak, per tahunnya?
Gembala : Yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?
Opix : (dengan kesalnya) yang hitam dulu deh...
Gembala : Oh, yang hitam, banyak... 10 kg/thn.
Opix : Kalo yang putih?
Gembala : Yang putih juga...
Opix : BAPAK KENAPA SIH, SELALU NGEBEDAIN KAMBING DUA INI, KALO JAWABANNYA SAMA??????????
Gembala : Oh, gini Dik, soalnya yang hitam itu, punya saya...
Opix : Oh gitu Pak, maaf kalo begitu, saya emosi.... kalo yang putih?
Gembala : Yang putih juga.



Dikutip dari:
http://www.pengkolan.net/qta/dagelan/index.php?nomor=8
 

Sabtu, 01 Mei 2010

BURUNG PELATUK YANG RIBUT

Penyunting : Regina Gratia Du’a Amfotis
Siswa Kelas IV SD St. Theresia Marsudirini 77 Salatiga

Tuk, tuk, tuk! Tok, tok, tok!
”Oh, ia mulai lagi!” desah seekor burung kenari kecil.
“Ia tidak akan pernah berhenti,” keluh burung pipit.
“Siapa yang mereka bicarakan ?” Tanya burung pelatuk hijau itu dalam hati : dan untuk mendiamkan mereka, ia mengeluarkan teriakan yang keras, seperti tertawa menghina.
Burung pelatuk itu sendiri indah. Ukurannya sangat besar dan tubuhnya tertutup bulu yang berkilau, warna hijau dan kuning dipunggungnya dan merah menyala di kepalanya. Dengan paruhnya yang kuat, ia terus-menerus memalu kulit kayu pohon pinus: tujuannya adalah membuat lubang dengan paruhnya untuk membuat sarang.
Tetapi pada pohon pinus itu juga, burung kenari juga sedang membangun sarang. Burung kutilang ini mempunyai suara yang demikian nyaring dan merdu hingga ketika dia mulai bernyanyi burung lain berhenti dan mendengarkannya. Sedang burung pipit lebih suka membuat rumah di dahan-dahan pohon kecil yang kemudian diisi dengan daun-daun kering. Burung pipit itu adalah burung yang sangat tidak tenang dan cenderung suka gugup. Tetapi burung pelatuk itu tidak khawatir terhadap para tetangganya. Bagaimanapun ia tetap melanjutkan pekerjaannya sampai selesai. Tuk, tuk, tuk, tuk!!!